|

Mengenang Beberapa Misionaris SCJ
di Indonesia
Begitu jelas ingatan akan para
misionaris dalam benak orang-orang yang pernah
bergaul dan bekerjasama dengan
mereka,
dalam pertemuan
beberapa orang yang
pernah bergaul dengan mereka terungkap kenangan
ini.
Mgr. Alb. Hermelink, SCJ
Ia adalah orang yang baik hati,
kenal dengan banyak orang. Setiap pagi sebelum
Misa ia berdiri di depan pastoran di mana banyak
orang
lewat. Ia
menyapa semua yang lewat, "Jualan
apa Pak? Tindak peken Mbok? (Pergi ke pasar
Bu?)".
Setiap sore, dengan berbekal
payung dan senter ia berkunjung ke tempat orang
orang, baik
yang Katolik maupun yang tidak Katolik. Ia
mengajak berbicara dengan seluruh
keluarga yang dikunjungi. Akibatnya, ia mengenal
banyak orang, baik orang
besar maupun
orang kecil. Ia menekankan dalam Misa Kudus agar
paling tidak seorang dalam keluarga hadir dalam Misa
Kudus sebagai wakil dari keluarga.
Gembala ini juga
memperhatikan beasiswa untuk anak yang tidak
mampu. Kadangkala ia rela tertipu. Kalau diberitahu ia
justru bertanya, "Sebab apa saya tidak
boleh
memberikan barang saya kepada orang yang suka
menipu?" Ia suka memberi kepada siapa saja yang
membutuhkan.
Pastor Th. Borst
Pastor ini berani bertindak keras
bila memang harus keras. Dan mengatakan tidak
bila memang harus mengatakan demikian. Karakter
ini sangat bertolak belakang dengan
Pastor Andreas Gebbing yang sabar,
tenang dan halus.
Pastor Mattheus Gerlachus Neilen
Ia sangat menekankan pelajaran
agama sebagai ujung tombak pewartaan. Oleh
karenanya ia meminta para guru mengajar agama,
dan seminggu sekali mereka harus membuat
laporan. la
sangat pandai mengajar. Yang unik dari dirinya,
ia suka memberikan julukan
kepada para muridnya untuk memudahkan ia
mengenal orang
tersebut. Ia sangat menyenangkan bila sedang
mengajar. Ia
bisa guyon (bercanda) dengan semua orang. Pastor
ini juga menekankan mistagogi sebagai pelajaran
lanjutan bagi orang yang sudah dibaptis. Maka
yang sudah dibaptis tetap harus ikut pelajaran
agama di Gereja. Yang mengajar Pastor
Neilen sendiri.

|