Hati yang terbuka

Para Konfrater,

Kami kirimkan "lukisan" pertemuan asrama-asrama kita dalam tulisan dan gambar. Semoga ukuran foto-foto terlampir tidak terlalu besar dan bisa dibuka oleh konfrater.

Latar Belakang

  1. Pada saat Pekan Studi Junior (PSJ – SCJ), konfrater yang mengelola asrama mempunyai gagasan untuk mempertemukan anak-anak asrama untuk menjalin kebersamaan dan mengawali jalinan kerjasama antar asrama. Salah satu yang digagas adalah pertemuan dengan kompetisi sepakbola.

  2. Menurunnya jumlah calon yang mendaftar di SCJ, padahal kita punya beberapa asrama putra. Diharapkan kita bisa menganimasi anak-anak asrama untuk panggilan hidup bakti.

Kedua hal inilah yang akhirnya mendorong terwujudnya pertemuan antar asrama SCJ di Seminari Menengah St. Paulus Palembang. Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 13 – 14 Juni 2009. Yang hadir dalam pertemuan ini adalah anak asrama kotabumi (22 anak didampingi Br. Sigit), Anak asrama Lahat (18 anak didampingi oleh Rm. Ngatijan dan Pak Dodo), Asrama Tugumulyo (29 anak didampingi oleh Rm. Driyan), Asrama Pasang Surut (23 anak didampingi oleh Rm. Joko), dan Asrama Gumawang (12 anak didampingi oleh Dehon).

Acara pokok yang dilaksanakan adalah :

  1. Pengenalan Seminari oleh para siswa seminari

  2. Pertandingan sepakbola persahabatan antar asrama. Akhirnya Asrama Pasang surut menjadi pemenang pertandingan ini.

  3. Adorasi : diiringi dengan lagu Taize oleh siswa seminari, Rm. Haryanto menyampaikan tema panggilan.

  4. Pertemuan panggilan yang dilakukan dalam dua sesi. Pertemuan ini dipandu oleh Rm. Wahyu Tri dan Br. Triono dibantu oleh teman-teman YDC. Dalam salah satu bagian acara ini Br. Tri mengajak anak-anak untuk memejamkan mata, dan berusaha menyentuh hati anak-anak asrama. Lalu Br. Tri meminta agar anak-anak yang tersentuh hatinya dan memikirkan untuk masuk seminari, mengangkat tangannya (dengan tetap memejamkan mata). Saya menghitung ada sekitar 21 anak mengangkat tangan. Puji Tuhan!!! Paling tidak ada yang tersentuh. Tugas berikutnya adalah melanjutkan proses pendampingan.

  5. Misa Panggilan : Misa dipimpin oleh Rm. Titus. Dalam kotbah, Rm. Titus mewawancarai seorang anak asrama yang sudah masuk seminari dan seorang wakil umat yang mendukung seminari. Pada misa ini juga diterimakan komuni pertama untuk 3 anak dari Tugumulyo. Suatu peristiwa yang barangkali baru pertama kali terjadi : penerimaan “komuni pertama” di seminari.

 Terima kasih kepada:

  • Para konfrater di Seminari, staf dan para siswa seminari yang menyediakan diri untuk “repot” dengan kehadiran 104 anak dan 15 pendamping dan sopir. Juga mengatur dan secara praktis menyelenggarakan acara-acara.

  • Para konfrater pendamping asrama-asrama yang mengajak (mengijinkan) sekaligus mendampingi anak-anak asrama. Asrama-asrama mengongkosi sendiri biaya perjalanan ke dan dari Palembang.

  • Para konfrater dalam kota Palembang yang terlibat untuk mengisi acara dan memberi perhatian terhadap pertemuan ini (konfrater-konfrater seminari, rm. Fridho, Rm. Wahyu, Br. Tri, Rm. Kadi, Rm. Kelik, konfrater lain).

  • Juga para suster FSGM yang memberi perhatian kepada acara ini.

  • Para penderma. Termasuk dalam kalangan ini para penderma dalam kota Palembang dan Rm. Marwoto dari Jambi.

  • Beberapa umat menyediakan waktu dan tenaga untuk memperlancar acara ini.

  • Teman-teman YDC dalam bimbingan Rm. Wahyu dan Br. Triyono

  • Pihak-pihak lain yang mendukung.

 Proses berikutnya yang diharapkan untuk dilakukan :

  • Mendampingi anak-anak yang merasa tersentuh oleh panggilan Tuhan

  • Menjalin lebih erat komunikasi antar asrama.

  • Dan bila dimungkinkan mengadakan pertemuan antar asrama secara periodik.

 Atas nama panitia

 F. Heru Ismadi