Hari Raya Hati Kudus Yesus

Novena Hati Kudus Yesus hari ke – 2

 

ALLAH MEMPERCAYAKAN SEMUA CIPTAAN KEPADA MANUSIA

 

Manusia adalah ciptaan Allah yang paling unggul karena diciptakan secitra dengan Allah. Kepada manusia Allah menyerahkan dunia dan segala isinya untuk diolah dan dikembangkan. Ketaatan berarti ikut bertanggungjawab atas karya Allah di dunia ini sehingga dunia berjalan sesuai dengan kehendak Allah.

 

Bacaan Pertama         : Kej. 1: 26 - 28

Bacaan Injil                : Mat. 24: 41 - 48

Doa Pembukaan         :

Allah Bapa kami, Engkau memperhatikan kami lebih dari ciptaan yang lainnya. Engkau menciptakan kami dengan akal budi dan hati nurani. Engkau mengajak kami untuk bekerjasama dalam karya penciptaan-Mu. Bantulah kami untuk mendengarkan Sabda-Mu dan mewujudkannya dalam kehidupan yang konkret. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.

 

Refleksi

            Manusia adalah ciptaan sama seperti segala sesuatu yang ada di dunia. Namun demikian manusia bukan sembarang ciptaan sebab ia diciptakan menurut gambar dan rupa sang pencipta sendiri. Di sinilah letak keunggulan manusia. Allah sengaja menjadikan manusia sebagai puncak ciptaan-Nya supaya menjalankan peran-peran khusus yang tidak Allah berikan pada ciptaan-Nya yang lain.

            Menurut Kitab Kejadian Allah menyerahkan dunia dan segala isinya bagai manusia supaya diolah dan dikembangkan. Allah mempercayakan dunia dalam tangan manusia. Ini suatu keputusan besar yang diambil Allah karena manusia dengan kemampuan akal budinya bisa menjadikan dunia sesuai dengan kehendak-Nya atau sebaliknya justru menjadikan dunia berputar di luar jalur yang Allah rencanakan.

            Kita semua mempunyai tanggungjawab yang besar untuk membawa ciptaan lain menuju dunia yang teratur (well-organized world), dunia penuh harmoni, dunia yang baik di mata Allah sebagaimana digambarkan dalam Kitab Kejadian.

            Akhir-akhir ini muncul kesadaran global pentingnya menata kembali dunia dan menempatkannya dalam kerangka harmoni dengan segala ciptaan. Kesadaran itu muncul karena selama berabad-abad manusia secara sistematis menghancurkan dunia. Pembalakan liar yang menggunduli hutan-hutan di dunia ketiga telah menyebabkan banjir besar dan tanah longsor di musim penghujan dan menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah. Sementara penggunaan rumah kaca, pendirian industri besar-besaran di negara-negara maju menyebabkan pemanasan global dan merusakkan lapisan ozon yang melindungi bumi. Di kampung-kampung orang menggunakan potas dan setrum untuk mencari ikan sehingga dengan cepat memusnahkan berbagai jenis ikan air tawar. Belum lagi penggunaan senjata kimia, biologi, nuklir yang mempunyai dampak merusak begitu dahsyat.

            Demikianlah pelan tapi pasti manusia membuat dunia keluar dari jalur harmoni ciptaan sebagaimana diidealkan penulis Kitab Kejadian. Dalam situasi inilah kita ditantang untuk mengembalikan peran manusia. Manusia mendapat kuasa dari Allah untuk mengelola dunia. Namun kekuasaan itu justru disalah-gunakan. Bahkan manusia seolah lupa bahwa Allah lah yang menciptakan segala sesuatu. Manusia seperti mengkudeta Allah dengan membiarkan Allah kehilangan perannya mengatur dunia.

            Inilah tantangan kita kaum beriman. Manusia memang mendapat kuasa untuk mengolah dunia. Namun demikian kekuasaan itu mestinya ditempatkan dibawah aturan main dari Allah.

            Permenungan tentang ketaatan membawa kita pada kesadaran bahwa kita mesti membawa kembali dunia ini ke arah harmoni keselamatan. Kita menjadi makhluk yang sangat tidak taat bila kita tidak membawa dunia ini kembali di jalan menuju Allah.

            Gerakan peduli lingkungan yang mulai marak digerakkan oleh berbagai instansi maupun perorangan merupakan salah satu langkah untuk membawa dunia kembali ke jalur yang menuju tatanan harmoni yang dikehendaki Allah. Apa yang dilakukan para aktivis Green Peace kadang terlihat ekstrim, misalnya dengan menyetop kapal yang membawa limbah nuklir. Tetapi begitulah cara mereka mencegah kerusakan dunia. Menanam sebatang pohon sering dipandang remeh tetapi bila dilakukan banyak orang pohon-pohon itu dapat menjadi pengganti jutaan pohon yang telah dijarah pengusaha kayu. Mencari ikan dengan kail pasti lebih sukar dan butuh waktu lama dari pada mencari ikan dengan menggunakan potas atau setrum. Tetapi kita semua tahu bahwa menggunakan potas dan strum hanya akan cepat menghabiskan persediaan ikan.

            Begitulah dalam tataran hidup sehari-hari kita bisa menunjukkan ketaatan kita pada kehendak Allah yang tersirat dalam makhluk ciptaan-Nya. Mentaati aturan main dari Allah yang seperti itu justru tidak mudah karena sanksinya praktis tidak ada. Kalau kita tidak ikut gerakan peduli lingkungan kita tidak akan dihukum. Kita tidak akan ditangkap polisi karena kita tidak menanam pohon. Tetapi justru di sinilah letak tantangan kita. Kita harus taat, padahal tidak ada mata yang mengawasi, tidak ada sanksi yang siap dijatuhkan.

Motivasi ketaatan malah bisa bergeser dari rasa takut menjadi rasa tanggungjawab. Kita taat bukan karena takut tetapi karena kita bertanggungjawab. Tanggungjawab adalah sesuatu yang hanya bisa dituntut dari makhuk yang berakal budi dan memiliki kehendak bebas. Persis disitulah kelebihan kita manusia. Kita mempunyai tanggungjawab untuk membawa dunia menuju jalan keselamatan. Tanggungjawab itu mengalir dari Allah yang menyerahkan dunia kepada manusia.

 

Doa Persiapan Persembahan

Bersama roti dan anggur ini kami persembahkan seluruh hidup dan usaha kami. Terimakah persembahan kami dan satukanlah dengan kurban Yesus Putera-Mu di altar suci ini. Dengan demikian persembahan hidup kami semakin memampukan kami untuk bekerjasama dengan Engkau dan membuahkan kebahagiaan dan keselamatan bagi kami dan semua orang. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

Doa sesudah komuni : …..Mohon kekuatan Dalam ketaatan.

 

Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahamurah. Begitu besar cinta-Mu bagi kami. Engkau mengangkat dan mengajak kami untuk bekerjasama dalam karya keselamatan-Mu. Semoga dengan sakramen yang telah kami sambut ini, kami semakin mampu bekerjasama dengan Dikau dan akhirnya Kau perkenankan bergabung dalam kebahagiaan para kudus. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.