| Hari Raya Hati Kudus Yesus |
|---|
|
Novena Hati Kudus Yesus hari ke – 4
SETIA PADA KOMITMEN
Salah satu wujud ketaatan adalah kesetiaan pada komitmen. Dalam hidup bersama kita dihadapkan pada banyak komitmen. Kita sadar betapa tidak mudahnya untuk selalu setia pada komitmen. Komitmen sering membawa konsekwensi yang berat, yang menuntut pengorbanan dan kesediaan untuk meminum cawan penderitaan.
Bacaan Pertama : Fil. 1:18-26 Bacaan Injil : Mark. 14: 32 - 42 Doa Pembukaan : Allah Bapa sumber segala kehidupan. Rencana karya keselamatan-Mu tidak terbatalkan karena kelemahan dan dosa kami. Engkau selalu memenuhi janji-Mu untuk menyertai dan membawa kami memasuki tanah terjanji Surgawi. Bukalah telinga dan hati kami untuk memahami komitmen Yesus. Bantulah kami mewujudkan komitmen dan keputusan kami untuk percaya kepada-Mu dan melakukan kehendak-Mu. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.
Refleksi Banyak karya besar diawali oleh sebuah komitmen. Karya keselamatan umat manusia diawali oleh komitmen Bunda Maria untuk bersedia menjadi “hamba Tuhan” yang mengandung dan melahirkan Mesias dari kuasa Roh Kudus. Penebusan manusia terjadi karena komitmen Tuhan Yesus: “Ecce Venio – Tuhan, inilah Aku datang untuk melaksanakan kehendak-Mu!” Muder Teresa dari Kalkuta bisa menolong beribu-ribu gelandangan dan orang miskin yang berserakan di pinggir jalan karena setia pada pilihannya, yaitu melayani orang miskin. Dia menjadi sangat terkenal karena ia mempunyai komitmen untuk “setia pada perutusan bukan mencari kesuksesan…..!” Banyak keluarga diselamatkan oleh kesetiaan anggota keluarta pada komitmennya. Surat Filipi ditulis oleh St Paulus sewaktu ia sudah tua dan berada dipenjara di Roma. Jemaat di Filipi cemas dan takut karena Paulus terancam untuk dihukum mati. Namun St Paulus sendiri tidak merasakan hal itu. Ia tetap bersukacita karena ia memperoleh penghiburan dari dan dalam Kristus (2:1-5). Ia penuh sukacita dalam penantian dan pengharapannya yang bernyala-nyala bahwa Roh tidak akan membiarkan dia dipermalukan karena Kristus ada dalam dirinya. Kesetiaannya memelihara relasi pribadi yang mesra dengan Kristus adalah sumber kekuatan untuk tetap bersukacita dan mewartakan Kristus di mana pun ia berada. Di penjara itu, ia dihadapkan pada dua pilihan: meninggal dunia, itu yang paling baik karena bisa bersatu dengan Kristus selama-lamanya. Atau dia tetap hidup di dunia ini, ini berarti mewartakan Injil kepada banyak orang. Apa pun yang akan dialami tidak akan memperngaruhi komitmennya, yaitu setia kepada Kristus, “bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” “Makanan-Ku adalah melaksanakan kehendak Bapa!” itu komitmen Yesus. Tujuannya agar kita “memiliki hidup yang berkelimpahan” (Yoh 10:10). Tetapi ketika Dia tahu betapa mengerikan konskwensi setia pada komitmen itu, Tuhan Yesus mengadakan bargaining, tawar menawar: “Ya, Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini daripada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki melainkan apa yang Engkau kehendaki!” (cawan adalah lambang penderitaan dan kematian yang mengerikan). Dalam situasi sulit itu Yesus tetap memberikan nyawa, seluruh hidup-Nya kepada Allah Bapa dan semua manusia. Seorang wanita mengalami kebingungan. Suaminya, telah meninggalkan dia dan kedua anaknya yang sedang menginjak remaja, dengan menikahi seorang pramugari. Ibu itu sakit, terluka dan terhina – tak berdaya. Dalam situasi terpuruk itu, datanglah seorang pengusaha sukses menawarkan jasa baiknya untuk menolong ibu dan kedua anaknya asal mau menjadi istri keduanya. Sangat dilematis baginya. Dengan sekuat tenaga, ia berdoa dan pasrah kepada kuasa Allah. Sangat berat dan harus banyak menderita ibu itu tetap memilih menjadi single parent bagi kedua putrinya. Ia harus mulai dari nol untuk bekerja agar bisa menghidupi dan menyekolahkan kedua anaknya. Sangat berat, tersiksa dan harus menempuh masa depan yang gelap. Tetapi itu pilihan yang ia putuskan agar tetap bisa menyambut komuni suci dan semakin dalam menghayati iman kekatolikannya. Sebagai orang Katolik, kita tidak mengikuti teologi kemakmuran tetapi mengikuti Yesus seutuhnya: Yesus yang penuh kasih, yang menderita, yang tangan dan lambung-Nya terluka dan hati-Nya ditombak tembus, dan Yesus yang mulia. Dasar pengharapan untuk hidup mulia bersama-Nya adalah kesiapsediaan kita untuk taat, mengosongkan diri, rela menderita bersalam Tuhan Yesus. Komitmen inilah yang seharusnya menjadi buah dari devosi kepada Hati Kudus Yesus dan ini menciptakan keluhuran dan kekudusan hidup kita.
Doa Persiapan Persembahan Allah Bapa sumber hidup kami. Terimalah persembahan yang kami hunjukkan kepada-Mu. Berkati dan kuduskan roti, anggur dan segala hasil karya umat-Mu, sehingga menjadi makanan dan minuman rohani yang memberi hidup abadi. Satukanlah persembahan hidup kami dengan kurban Yesus di altar suci ini. Dengan demikian persembahan kami menjadi sumber hidup, kegembiraan dan kebahagian bagi kami dan semua orang. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Doa sesudah komuni : …Mohon Kekuatan Dalam Ketaatan……
Doa Penutup Tuhan kami bersyukur kepada-Mu karena telah menyambut roti surgawi. Yesus Putera-Mu telah memberikan makanan surgawi yang tidak dikenal oleh dunia. Eratkanlah persatuan kami dengan Dikau dan sesama. Semoga santapan surgawi yang telah kami sambut ini, memperkuat kami untuk menjadi Prajurit Yesus dalam melakukan kehendak-Mu. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.
|



