| Hari Raya Hati Kudus Yesus |
|---|
|
Novena Hati Kudus Yesus Hari Ke – 5
KENDATI TANTANGAN DAN KESULITAN MENGHADANG
Kendati ada tantangan dan kesulitan kita tetap dipanggil untuk menjadi taat. Kita siap dan berani menghadapi tantangan dan kesulitan itu, bukan karen akita menyombongkan diri tetapi karena memang itulah realitas yang harus kita hadapi. Kita yakin akan kasih karunia dari Allah yang membimbing dan menuntun kita.
Bacaan Pertama : 2 Kor. 12 : 1 – 10 Bacaan Injil : Yoh. 18 : 28 – 38 a Doa Pembukaan : Allah Bapa yang Mahamurah. Kuasa-Mu lebih besar dari dosa dan kelemahan kami. Engkau selalu menolong dan mengampuni kami. Bukalah mata kami untuk melihat karya-Mu yang agung dalam hidup ini. Bukalah telinga kami untuk mendengarkan Sabda-Mu. Teguhkanlah iman kami untuk memahami bahwa kasih karunia-Mu cukup bagi kami. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.
Refleksi Seorang ibu mengungkapkan serta menyampaikan jeritan hatinya kepada Tuhan. “Ya Allah berikanlah aku kekuatan. Hidupku terasa berat, tantangan, kesulitan kebutuhan silih berganti. Terasa ragaku lelah dan lemah saat berjuang dan berusaha. Hanya pada-Mu aku menaruh harapan untuk memperoleh kekuatan dan bantuan. Kuatkanlah imanku ya Tuhan dan tolonglah aku segera untuk mengatasi tantangan dan kesulitan yang kini sedang aku hadapi”. Hidup manusia bagaikan suatu petualangan. Banyak rintangan, hambatan tantangan dan kebutuhan yang menghadang di hadapan kita. Keberhasilan hidup, karya dan usaha kita merupakan buah mengatasi tantangan, kesulitan, kebutuhan dan hambatan yang ada dalam kehidupan ini. Banyak sikap yang mewarnai hidup kita dalam menghadapi tantangan dan kesulitan ini. Sebagian orang merasa gelisah, takut, tidak tenang, cemas, khawatir, tidak bisa tidur saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Mereka umumnya mencari jalan pintas agar cepat lepas dari kesulitan dan tantangan itu. Namun ada pula orang yang merasa ringan, tenang enak hidupnya kendati banyak tantangan, kesulitan yang silih berganti menghadangnya. Cara kita bersikap dan bersiasat menghadapi tantangan kesulitan dan kebutuhan hidup ini menjadi unsur penentu keberhasilan hidup dan karya serta pelayanan kita. Kita sadar bahwa dalam menghadapi tantangan dan kesulitan itu, kita tidak seorang diri. Banyak orang juga berjuang menghadapi dan mengatasi tantangan serta kesulitannya. Kita dapat memperhatikan bahwa banyak orang yang mau bekerjasama dan mau menolong kita. Karena itu keberhasilan kita dalam hidup dan karya itu bukan melulu murni upaya kita seorang diri. Bantuan, pertolongan terus mengalir dari berbagai pihak. Banyak orang ingin menolong, membantu meringankan beban sesama yang mempunyai tantangan atau kesulitan dalam hidup. Kita tahu bahwa gotong royong, kerjasama, musyawarah merupakan suatu upaya untuk mengatasi tantangan, kesulitan secara bersama-sama baik dalam keluarga maupun masyarakat. Kita tidak perlu takut, khawatir, cemas atau gelisah saat menghadapi tantangan, kesulitan yang menghadang usaha dan hidup kita. Kita tidak berjuang seorang diri atau sendiran. Banyak orang berjuang bersama dengan kita. Situasi ini juga menolong kita untuk rendah hati. Kita tidak dapat menyombongkan diri atau bermegah di hadapan sesama. Semua keberhasilan itu bukan pertama-tama karena jasa pribadi kita, namun kita tahu bahwa banyak orang yang telah menolong dan mendukung kita. Paulus menyadari banyak orang yang telah terlibat dalam hidup dan karyanya. Dia mencermati lingkungan sekitarnya. Ia menggunakan kemampuan akal budi untuk mengenal Yesus serta sesama secara tepat. Berkat ajaran Yesus kita mengenal dan tahu yang baik dan yang jahat. Dengan kemampuan memahami yang baik dan jahat ini, kita dapat mengenal kekuatan kita dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Tantangan dan kesulitan selalu ada dalam kehidupan ini. Tantangan dan kesulitan ini harus kita hadapi dan kita atasi, bukan kita hindari. Tantangan dan kesulitan itu bahkan menyatu dalam kehidupan kita, seperti duri di dalam daging. Semuanya itu untuk memurnikan motivasi dan juga mengembangkan daya juang dan daya tahan dalam kehidupan kita. Hati dan cinta yang teruji akan menjadi kekuatan untuk setia mewujudkan komitmen pilihan dan panggilan kita. Hati yang murni memampukan kita untuk memahami kehadiran Allah yang menolong kita. “Kasih karunia-Ku cukup bagimu”. Kita tidak perlu takut, khawatir kendati tantangan, kesulitan selalu ada dan menyatu dalam hidup kita. Tawaran dan bantuan rahmat Allah cukup bagi kita. Kita mempunyai dasar serta kekuatan untuk setia. Kita tidak lemah dalam menghadapi tantangan dan kesulitan itu. Kita dikuatkan oleh rahmat Allah dan cinta kasih sesama kita. Berkat bantuan dan kekuatan dari rahmat Allah serta cinta dari semua orang, kita dapat tenang menghadapi dan mengatasi tantangan, kesulitan, penderitaan, siksaan, kesukaran, penganiayaan dan penyiksaan. Kita senang dapat mengungkapkan kebenaran, cinta kasih dan kejujuran. Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai pribadi yang matang, sungguh bersatu dengan Bapa. Ia tidak gentar menghadapi tantangan, kesulitan bahkan bahaya kematian yang sudah dihadapan-Nya. Dalam tantangan dan kesulitan ini, Yesus justru menunjukkan ketaatan dan kesetian-Nya untuk melaksanakan kehendak Bapa. Ketika para imam kepala, ahli Taurat dan orang Farisi membawa Yesus kepada Pilatus untuk diadili dengan tuduhan sebagai penjahat, Yesus tetap tenang mendengarkan tuduhan palsu itu. Sungguh ironis dalam hukum mereka tidak boleh membunuh orang, namun mereka membawa Yesus dibawa kepada Pilatus untuk diadili dan dihukum mati. Mereka meminta orang lain untuk membunuh Yesus. Yesus tidak takut menghadapi tantangan, kesulitan bahkan bahaya hidup-Nya. Ia tetap tenang menghadapi mereka dan Pilatus. Sungguh mengagumkan, dalam situasi sulit dan bahaya bagi hidup-Nya, Yesus tetap mengungkapkan dan menyatakan kebenaran dan kejujuran. Memang Dia tidak dapat mengingkari diri-Nya dalam hal kejujuran dan kebenaran. Karena untuk itulah Ia datang. Ia hadir untuk menciptakan dunia yang baru yang dipenuhi kebenaran dan kejujuran bagi semua orang. Yesus meneguhkan ungkapan Pilatus, bahwa diri-Nya itu raja. Namun Ia menyatakan bahwa Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, namun dari Allah Bapa di Surga. Kerajaan cinta kasih itulah yang Ia hadirkan dalam batin semua orang. Ketaatan Yesus kepada Bapa memberikan kekuatan mengatasi tantangan kesulitan hidup dan akhirnya memberi kebahagian, keselamatan kepada umat manusia di seluruh dunia. Kita dapat memahami bahwa kekuatan iman kita akan memberikan kekuatan ilahi dalam hidup harian kita. Iman ini yang akan membuat kita taat, kuat dan setia dalam menghadapi tantangan, kesulitan dan kebutuhan hidup yang silih berganti ini. Ketaatan iman kita membantu kita menemukan cara dan jalan mengatasi dan menghadapi tantang, kesulitan itu. Keberhasilan kita mengatasi tantangan dan kesulitan memberikan kebahagiaan dalam hidup. Pengalaman ini juga meneguhkan iman kita. Tuhan tetap menyertai serta menolong kita. Kita sadar bahwa rahmat dan kasih karunia Allah cukup untuk hidup kita. Marilah kita hayati rahmat Allah ini dengan mengembangkan ketaatan dan kepercayaan kita kepada Allah.
Doa Persiapan Persembahan Allah Bapa sumber segala kebaikan. Rahmat-Mu cukup bagi hidup kami. Kini kami haturkan seluruh hidup dan kemampuan kami sebagai persembahan yang hidup dan kudus serta berkenan kepada-Mu. Kuduskanlah persembahan diri kami bersama kurban Yesus Putera-Mu di altar suci ini. Agar persembahan diri kami membuahkan kebahagian dan keselamatan kami, demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
Doa sesuadah komuni : …..Mohon Kekuatan Dalam ketaatan….
Doa Penutup Allah Bapa sumber segala kebaikan. Kami telah merayakan kurban Yesus Putera-Mu. Ia tidak gentar atau takut kendati menghadapi bahaya maut. Ia menerima penderitaan dengan hati yang terbuka. Semoga santapan Tubuh dan Darah Putera-Mu yang telah kami sambut ini menyadarkan kami bawa rahmat-Mu cukup bagi kami dan membuat kami berani menghadapi tantangan dan kesulitan. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.
|



