| Hari Raya Hati Kudus Yesus |
|---|
|
Novena Hati Kudus Yesus Hari ke - 6
DOSA MENGINTIP – MANUSIA DAPAT JATUH
Kejahatan ada di sekitar kita. Kejahatan membuat manusia jatuh ke dalam dosa. Dan dosa pertama manusia justru terwujud dalam ketidaktaatan pada perintah Allah. Begitulah sampai sekarang manusia berbuat dosa dengan tidak setia pada Allah.
Bacaan Pertama : Rom. 5 : 12 -21 Bacaan Injil : Yoh. 16 : 4 b – 15 Doa Pembukaan : Ya Bapa yang Mahapengasih, kesetiaan-Mu tiada batas. Ketaatan Yesus Sang Putera untuk melakukan kehendak-Mu memberikan kebahagiaan dan keselamatan kepada kami. Bimbinglah kami dengan Roh Kudus, agar kami mampu mendengarkan Sabda serta memahami kehendak-Mu. Bantulah kami untuk taat dan bahagia dalam hidup dan panggilan kami. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.
Refleksi Dalam tradisi Jawa ada suatu keyakinan bahwa kuasa kejahatan selalu ada di sekitar hidup manusia. Bethara Kala sang pembuat kejahatan selalu berkeliaran ke mana saja. Ia seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsa. Masyarakat tradisional kita masih mempunyai budaya bersih desa. Setiap tahun mereka merayakan pesta adat untuk bersyukur atas hasil panen, sekaligus mereka membuat sesaji agar desa dilindungi dari kuasa kejahatan dan bebas dari panyakit. Mereka membuat sesaji supaya tidak diganggu oleh kekuasaan jahat. Pengalaman ini menunjukkan suatu kesadaran bahwa kekuatan jahat itu selalu ada di sekitar manusia. Kekuatan ini bisa menjadi sahabat atau bisa juga mengganggu hidup manusia. Semuanya ditentukan oleh sikap atau perilaku kita. Kesadaran akan adanya kekuatan jahat yang dapat membahayakan hidup manusia, membuat kita waspada di dalam kehidupan. Kewaspadaan ini termotivasi untuk menggapai keselamatan. Kita ingin bebas dari pengaruh kekuatan atau kejahatan itu. Kita ingin hidup dalam damai dan sejahtera. Iman kristiani menyatakan bahwa pembuat kejahatan itu adalah setan atau iblis. Ia tidak mau melakukannya sendiri, tetapi dia mengajak dan membujuk kita untuk melakukan kajahatan tersebut. Maka bagi kita yang rapuh dalam kepribadian, iman dan cinta kasih akan gampang terbujuk dan jatuh dalam melakukan kejahatan atau dosa. Dosa mengintip hidup kita. Kalau kita rapuh, kita akan mudah dibujuk untuk melakukan kejahatan, dosa siap menerkam hidup kita. Dosa mengintip tidak pandang bulu dan siap menerkam semua orang. Kita dapat melihat dalam sejarah iman dan masyarakat; banyak imam, biarawan-biarawati dan masyarakat yang dipandang hebat, kuat, ternyata mereka juga dapat jatuh dalam kelemahan dan dosa. Para santo dan santa pun tidak luput dari godaan yang ingin menjatuhkan mereka dari penghayatan iman dan cinta yang murni. Bahkan dapat kita lihat serta kita sadari bahwa semakin kita dekat dengan Allah semakin banyak tawaran, godaan untuk melakukan kesalahan dan dosa. Kita juga dapat memahami bahwa setan, iblis lebih getol untuk menggoda dan menjatuhkan orang-orangnya Allah. Mereka akan bangga bahwa dapat menjatuhkan orang-Nya Allah, orang yang dekat dengan Allah. Mereka bangga karena mendapat tangkapan atau panenan besar. Kita juga dapat memahami bahwa dosa yang mengintip hidup kita ini tidak selamanya menjatuhkan diri kita. Semuanya itu tergantung dari ketangguhan kepribadian, kekuatan cinta kasih, iman dan kegigihan usaha kita. Dosa yang mengintip juga menjadi batu uji iman, cinta dan kepribadian kita. Semakin diuji iman dan cinta kita semakin teguh dan murni. Kita juga sadar, jika cinta dan iman serta kepribadian kita rapuh, kita akan mudah untuk jatuh berbuat dosa. Tetapi jika cinta, iman dan kepribadian kita kuat, akan semakin terpancar kualitas dan jati diri kita. Bahaya dosa dan maut sungguh tampak nyata dalam hidup kita. Kekuatan dosa dan maut ini telah masuk dalam dunia melalui ketidaktaatan kita kepada Allah. Kekuatan itu siap menerkam dan menjatuhkan setiap orang kedalam dosa. Paulus menyadarkan kita bahwa dosa dan maut telah masuk dalam dunia dan semua orang telah berbuat dosa. Kita sendiri punya pengalaman pernah jatuh dalam dosa. Kita tahu bahwa tidak ada orang yang sempurna, semua orang pernah berbuat dan jatuh dalam dosa. Paulus juga membuka pandangan hidup dan iman kita. Kekuatan dosa yang mendatangkan maut itu dapat kita atasi. Kekuatan dan kekuasaan kasih karunia Allah melebihi dosa dan maut itu. Dengan kasih karunia itu Allah mengampuni dosa kita. Allah membenarkan kita. Ia menyucikan diri kita dari perbagai kelemahan dan dosa. Ia memberi kekuatan kepada kita untuk hidup dan berkembang. Dari pengalaman inilah kita dapat mengembangkan kepercayaan dan ketaatan kepada Allah. Ketaatan iman ini dapat menjadi kekuatan untuk menolak dan melawan dosa yang mengintip hidup dan pribadi kita. Kekuatan kita kian bertambah dalam hidup dan panggilan kita sebagai murid Yesus. Allah bukan hanya memberikan kasih karunia yang membenarkan kita dengan mengampuni dosa kita. Ia tetap mengungkapkan kasih-Nya secara mengagumkan untuk kita. Allah mengutus Roh Kudus, Roh penghibur untuk memimpin kita menuju pada kebenaran hidup. Roh Kudus yang memampukan kita untuk memilih yang baik, memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Kita sadar kekuatan jahat yang selalu menggoda dan membuat kita jatuh dalam dosa selalu mengintip dalam hidup ini. Namun kita juga tahu bahwa kuasa serta cinta Allah mengalahkan kekuatan jahat dan dosa ini. Kita dapat mengatasi dosa yang hinggap dalam hidup ini dengan menggunakan bantuan rahmat Allah. Allah menawarkan rahmat pengampunan dosa melalui sakramen rekonsiliasi atau sakramen tobat. Dengan sakramen tobat kita mohon bantuan dan pertolongan Allah. Roh Kudus hadir membimbing dan memimpin hidup kita menuju pada kebenaran, keselamatan. Persatuan diri kita dengan Allah menjadi kekuatan istimewa untuk menolak dan melawan kekuasaan jahat. Kesatuan kita dengan Allah dapat kita upayakan dan kita kembangkan dengan puasa dan doa. Dengan doa dan puasa kita sungguh memusatkan perhatian dan pikiran kita kepada Allah. Dengan cara ini kita menguasai kehendak dan keinginan pribadi serta mengarahkannya kepada kehendak Allah terhadap diri kita dalam hidup ini. Kita juga dapat meninjau kembali dalam pengalaman kita masing-masing. Semakin kita mementingkan kebutuhan dan keinginan pribadi semakin kita merasakan kekacauan dan tidak pernah merasa cukup atau puas. Keinginan kita itu selalu berubah, berkembang dan kita ingin memenuhi secara cepat dan enak. Situasi semacam ini gampang dimasuki oleh kekuasan jahat yang membawa kita jatuh dalam kelemahan dan dosa. Namun kesatuan hati kita dengan Allah membuahkan damai, sukacita dan ketenangan hidup. Tuhan memberikan damai, kebahagiaan melalui hidup dan panggilan kita ini.
Doa Pengantar Persembahan Allah Bapa sumber rahmat, terimalah persembahan umat-Mu ini dan satukanlah dengan kurban Yesus di altar yang suci ini, sehingga persembahan hidup kami memperteguh ketaatan kami untuk memilih dan melaksanakan kehendak-Mu dan membuahkan kebahagiaan dan keselamatan bagi kami dan semua orang. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Doa sesudah komuni : ….Mohon Kekuatan Dalam Ketaatan…..
Doa Penutup Syukur kepada-Mu ya Bapa. Kami telah mendengarkan sabda-Mu dan menyambut Tubuh dan Darah Kristus. Bimbinglah kami selalu agar kami senantiasa peka dan insaf akan dosa yang melemahkan Gereja-Mu. Teguhkanlah hati kami untuk memilih dan melakukan kehendak-Mu yang membuahkan keselamatan jiwa kami. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.
|



