Hari Raya Hati Kudus Yesus


 

Novena Hati Kudus Yesus hari ke - 7

 

 SUMBER HIDUP DAN KEBAHAGIAAN

 

Ketaatan selalu disertai oleh kurban, tantangan, kesulitan dan penderitaan. Namun kalau kita hayati dengan kasih, kita akan mempunyai kekuatan untuk menghadapi tantangan kesulitan itu dan memberikan kebahagian hidup. Kebahagian ini bukan untuk diri kita sendiri, namun berdampak dan dirasakan oleh semua orang.

 

Bacaan Pertama         : Kol 1 : 24 – 2 :5

Bacaan Injil                : Injil Luk 10 : 25 – 37

Doa Pembukaan         :

Allah Bapa sumber sukacita umat manusia. Engkau menciptakan alam semesta baik adanya demi kebahagiaan kami ciptaan-Mu. Kehendak-Mu yang mengagumkan ini menjadi sumber kesetiaan dan ketaatan Yesus untuk melaksakanan karya keselamatan, kendati harus menderita. Bukalah pikiran dan hati kami terhadap kehendak-Mu. Mampukanlah kami untuk mendengarkan sabda-Mu yang menjadi sumber sukacita dalam kehidupan ini. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.

 

Refleksi

Seorang kakek menceritakan nostalgianya kepada cucunya dengan penuh semangat. Kakek ini bangga, bahagia bahwa jerih payahnya di masa lampau kini telah membuahkan hasil yang membahagiakan untuk dirinya dan untuk anak cucunya. “Dulu hanya dua orang yang membuka kampung ini, yakni saya dan teman saya yang kini sudah menginggal dunia. Daerah ini masih hutan belantara nan rimba raya. Kami membukanya dan kami percaya bahwa kampung ini nanti akan ramai. Tanah amat subur dan kami menanam apa saja bisa hidup. Pasti nanti akan berhasil dan banyak orang yang menyusul kami tinggal di tempat ini” tegas sang kakek.

“Saya meninggalkan tanah Jawa, supaya anak cucu saya mempunyai tanah dan menjadi orang yang berhasil dalam hidup. Memang perjuangan awal di tempat ini sangat memprihatinkan. Dulu tempat ini sangat terpencil, sarana serba terbatas. Hidup dan perjuangan kami amat sulit, dan kami amat menderita. Namun saya mempunyai kekuatan cinta untuk anak cucu. Kebahagian dan keberhasilan mereka untuk masa depan itu yang saya perjuangkan dengan penderitaan saya. Sekarang saya bangga dan puas, semua anak dan cucu saya sudah enak hidupnya. Mereka bahagia berkat perjuangan dan penderitaan saya saat merintis kehidupan di tempat ini” lanjut sang kakek.

Tiada penderitan yang tanpa arti dalam hidup kita sebagai seorang kristiani. Semua penderitaan mempunyai makna. Banyak misteri yang tersingkap, jika kita mempunyai waktu untuk hening dan merenungkannya. Kita dapat menemukan kebahagiaan di tengah penderitaan atau kesulitan.

Paulus bangga dan bahagia bahwa ia boleh mengalami penderitaan dalam penjara karena Kristus dan umat-Nya. Ia tidak larut dalam duka lara pernderitaan. Namun Ia mampu memberi makna dari penderitaan ini. Ia menemukan dan menyingkap misteri di balik penderitaaan hidup manusia. Ia melengkapi penderitaan Kristus untuk umat-Nya. Untuk sampai pada sikap berani menderita demi Yesus dan umatnya, Paulus mengalami suatu pergumulan dan pertobatan. Ia tahu kepada siapa ia percaya. Ia tahu akan Yesus yang selalu menyertainya. Maka ia berani menderita untuk Yesus dan inilah sumber kebahagian Paulus dalam penderitaannya.

Kekuatan iman Paulus membuatnya mampu untuk memahami makna penderitaan itu. Ia sadar bahwa Yesus yang tinggal dalam pribadinya. “Aku hidup, tetapi bukan aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam diriku” (Gal 2 : 20). Ia merasakan kuasa dan tenaga Yesus ada dalam pribadinya. Kesadaran ini yang menjadi kekuatan Paulus saat menderita. Ia dengan rela dan sadar menerima penderitaan itu. Kita tahu bahwa Yesus ada di tengah-tengah kita. Karena itu kita dapat meneladan sikap iman Paulus dalam menanggapi penderitaan dan kesulitan. Penderitaan kita untuk melengkapi penderitaan Kristus. Penderitaan ini membuahkan pengharapan akan kemuliaan yang abadi.

Penderitaan, perjuangan bersama Yesus itulah yang memberikan kebahagiaan bagi kita semua. Kita hidup dan bersatu dengan Yesus. Kita dapat melanjutkan hidup dan perjuangan untuk lebih mengenal Kristus. Kita mempunyai pegangan hidup untuk menggapai kebahagiaan dan kita tidak  akan diperdaya oleh orang lain.

Persatuan kita dengan Yesus membuat kita peka terhadap sesama, terutama yang amat menderita. Kita menjadi simphati dan emphati terhadap mereka yang menderita. Mereka itu bagian hidup kita. Mereka layak dan perlu untuk ditolong. Pertolongan dan kasih kita itu bukan untuk mencari pujian atau popularitas, melainkan untuk menolong sesama agar mereka dapat keluar dari penderitaan hidup. Kita membantu mereka untuk menemukan kebahagiaan.

Dalam iman kristiani, penderitaan dan kesusahan itu melekat pada hidup kita tetapi ia tidak akan abadi sifatnya. Sebab penderitaan demi Yesus dan sesama akan membuahkan kebahagiaan hidup. Inilah yang menjadi kekuatan bagi kita untuk berpegang pada iman akan Yesus dan memampukan kita menanggung penderitaan. “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku, Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat” (Mrk 13:13).

Orang Samaria yang baik hati menggugah kesadaran kita. Ia rela berkurban memberikan keledai tunggangannya dan mengeluarkan uang untuk menolong seorang yang menjadi kurban penyamun. Bahkan ia tetap akan mengeluarkan hartanya jika masih dibutuhkan untuk membantu orang yang menderita ini. Meskipun ia tidak kenal siapa yang ditolong, namun jiwa kemanusiaan membuahkan kasih bagi sesama yang sungguh membutuhkan bantuan dan pertolongan. Kekuatan kasih merubah penderitaan menjadi kebahagiaan dalam hidup semua orang.

Untuk dapat menerima dan mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan hidup, kita perlu meneladan sikap Bunda Maria. Ia selalu bergumul dalam iman untuk mengenal rencana Tuhan. Ia selalu merenungkan setiap peristiwa hidup. Ia menerima rencana Tuhan itu dengan fiatnya: “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataan-Mu itu” (Luk 1:38). Dalam perjuangan iman Maria sampai pada keberanian menerima kehendak Allah. Ia berani menerima penderitaan sebagai konsekwensi melaksanakan kehendak Allah. Demikian juga Paulus berani menerima penderitaan dalam pewartaan Injil. Penderitaan itu ia pandang sebagai cara ambil bagian dalam penderitaan Yesus. Penderitaan demi Yesus ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan diberikan oleh Yesus kalau kita mentaatinya.

Pater Dehon mewujudkan ketaatan untuk bersatu erat dengan Hati Kudus Yesus dengan cara menerima daerah misi. Kendati anggota kongregasi masih amat terbatas, ia menerima dan mengutus anggota untuk pergi ke daerah misi. Tantangan dan kesulitan mereka hadapi. Mereka berani menerima tugas yang tidak gampang dan berani menerima tantangan, penderitaan karena mereka percaya akan menerima buah-buah perjuangan itu dalam kebahagiaan untuk semua orang. Sekarang kongregasi menikmati buah perjuangan dan kesulitan Pater Dehon dan para misionaris awal. Mereka menegakkan kerajaan Hati Kudus Yesus dalam batin semua orang. Kini Gereja menuai sukacita sebagai buah ketaatan dalam perjuangan mengatasi tantangan dan kesulitan.

Kita sadar bahwa ketaatan iman dan kasih kita, kendati harus berjuang, dan tidak jarang harus mengatasi tantangan dan kesulitan, namun akhir dari perjuangan itu menghasilkan sukacita dan kebahagiaan hidup. Kebahagiaan itu bukan hanya kita rasakan


 

tetapi dinikmati oleh semua orang.


 

Marilah kita mohon rahmat Allah untuk berjuang dan berani menerima tantangan, kesulitan yang harus kita hadapi untuk mewujudkan ketaatan iman dan kasih. Semuanya itu karena berkat Tuhan akan menjadi sumber hidup dan kebahagiaan kita dan kebahagiaan semua orang. Amin.

 

Doa Persiapan Persembahan

Allah Bapa yang Mahamurah, kami hunjukan kepada-Mu, jiwa raga kami bersama roti dan anggur ini. Terimalah persembahan hidup segenap umat-Mu dan satukanlah dengan kurban Yesus di Altar suci ini. Dengan demikian persembahan kami menjadi sumber kebahagiaan dan keselamatan kami serta semua orang demi Kristus Tuhan kami. Amin.

 

Doa sesudah komuni: ….Mohon kekuatan dalam Ketaatan…..

 

Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahabijaksana, kami bersyukur telah Engkau perkenankan merayakan misteri Agung dalam Ekaristi ini. Kami telah menyambut Tubuh dan Darah Yesus yang menjadi jaminan keselamatan dan kebahagian kami. Mampukanlah kami menghadapi tantangan dan penderitaan dalam hidup dan pelayanan sesuai dengan tugas dan perutusan kami. Buatlah kami rela menderita dan melayani sesama yang sangat membutuhkan. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.