Hari Raya Hati Kudus Yesus


 

Novena Hati Kudus Yesus hari ke-8

 

 AKU WARISKAN KEPADAMU HARTA TERINDAH YAKNI HATI KUDUS YESUS

 

Ketaatan Yesus dalam menunaikan kehendak Bapa diwujudkan dengan wafat di Salib. Lambung-Nya ditikam dengan tombak. Hati-Nya terbuka dan bagi pater Dehon mengungkapkan kasih Allah secara nyata. Kasih ini yang ia balas melalui Devosi kepada Hati Kudus Yesus. Hati Kudus Yesus ini menjadi kekayaan pater Dehon yang diwariskan kepada kita.

 

 

Bacaan Pertama         : Kol 1 : 3 – 14

Bacaan Injil                : Mat. 11:25-30

Doa Pembukaan         :

Allah Bapa yang Mahamulia, melalui Yesus Kristus kami telah menerima kasih karunia-Mu yang berlimpah untuk kami. Engkau telah menumbuhkan iman kami dalam pribadi Yesus ini.Bukalah hati dan telinga kami untuk mendengarkan Sabda-Mu, sehingga kami semakin mengetahui dan memahami kehendak-Mu yang sempurna dalam kehidupan kami. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.

 

Refleksi

Suatu kerinduan setiap orang tua yakni bisa mewariskan harta benda atau kehidupan dan cinta kasih kepada anak-cucunya. Melalui warisan kehidupan ini mereka berharap agar cara hidup, usaha dan karya mereka dilanjutkan oleh anak cucunya. Mereka juga berharap bahwa keturunan mereka bukan hanya melanjutkan kehidupan dan pekerjaan para leluhur, tetapi bisa hidup lebih layak dan lebih baik dibandingkan kehidupan mereka. Karena itulah mereka bekerja giat, berjuang dalam berbagai segi kehidupan agar mendapatkan tabungan materi serta cinta kasih untuk warisan anak cucu.

Warisan cara hidup, cara berjuang, cara kerja sudah ditanamkan oleh setiap orang tua melalui pendampingan dan pendidikan anak-anak dalam keluarga. Sejak kecil anak-anak dilatih untuk memilih dan melakukan hal-hal yang baik. Anak-anak juga didampingi oleh orang tua untuk tidak melakukan sesuatu yang jahat. Mewariskan kehidupan yang lebih baik kepada generasi muda merupakan pilihan dan cara hidup setiap orang tua.

Kita bisa melihat dan memperhatikan relasi antara anak dan orang tua dalam keluarga kita. Anak-anak yang menuruti nasehat kehendak orang tua akan berhasil dalam belajar maupun berkarya. Mereka akan senang dan dapat melanjutkan kehidupan dan perjuangan orang tua. Sementara orang tua akan bangga dan senang terhadap anak-anaknya. Mereka bangga karena perjuangan hidup selama ini tidak sia-sia. Kehidupan dan perjuangan mereka diwarisi oleh anak-anak dan generasi berikutnya.

Jemaat di Kolose menerima pewartaan Paulus. Mereka percaya kepada Yesus. Kepercayaan ini mereka kembangkan dan hayati dalam pelayanan kasih yang nyata. Paulus bangga bahwa umat mempraktekkan pengajaran dan pewartaannya. Mereka hidup menurut semangat Injil. Paulus memelihara kehidupan umat dengan mengirim surat, mendukung dan mendoakan mereka.

Dukungan Paulus diwujudkan dengan memuji apa yang telah mereka praktekkan itu baik dan tepat. Mereka percaya kepada Yesus dan mencintai semua orang. Mereka mengembangkan kasih untuk anggota jemaat. Inilah wujud dari hidup Injili dan menyatakan dambaan kebahagian surgawi. Dalam Kristus kita akan menikmati kebahagian surgawi. Kita dapat menikmati penebusan Kristus yakni dalam bentuk pengampunan terhadap semua dosa kita.

Yesus bersyukur kepada Bapa, karena semua telah Bapa nyatakan kepada orang yang kecil dan sederhana. Mereka telah menanggapi pewartaan Yesus dengan percaya kepada-Nya. Mereka telah membuka hati untuk percaya dan menerima Yesus. Mereka menerimanya karena menerapkan warisan Yesus yang taat, rendah hati dan lemah lembut.

Yesus mewariskan cara bagi kita untuk menggapai kehidupan dan kebahagian yang sejati. Dia sendiri telah menggapai kebahagian itu. Yesus menuntun kita untuk sampai pada kebahagiaan ini. Kita diajak oleh Yesus untuk belajar dari pribadi-Nya yang lemah lembut dan rendah hati. Kita belajar dari hati Yesus untuk menjadi rendah hati dan lemah lembut.

Kerendahan hati dan kelemahlembutan ini menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan hidup kita. Karena itu hidup kita akan diwarnai oleh kegembiraan dan kebahagiaan. Hidup kita akan terasa ringan dan penuh kebahagiaan. Yesus memberikan beban hidup yang ringan dan enak.

Pater Dehon menemukan sumber kebahagiaan hidup dalam devosi Hati Kudus Yesus. Dalam devosi ini Pater Dehon merefleksikan lambung Yesus yang tertikam di Salib. Lambung penebus yang terbuka mengungkapkan cinta kasih Allah yang total. Hati Yesus sungguh mengungkapkan kasih Allah yang menerima semua orang berdosa yang bertobat. Pater Dehon masuk dalam kasih hati Kudus Yesus ini dan ia merasakan sukacita dan kebahagiaan. Lambung tertikam ini menggerakan hati Pater Dehon untuk berkurban dan mencintai Allah dan sesama.

Bagi Pater Dehon, Hati Kudus Yesus ini merupakan harta yang paling berharga yang ia miliki. Hati Kudus Yesus menjadi harta karun yang melimpahkan kekayaan rohani yang tiada bandingnya. Kekayaan rohani ini tidak akan pernah kering dan habis. Semakin kita menimba kekayaan Hati Kudus, semakin kita diperkaya.

Pater Dehon mewariskan harta yang terindah ini kepada kita. Kita diundang untuk masuk dalam kekayaan Hati Kudus Yesus. Melalui doa, refleksi, meditasi dan membaca Kitab Suci Pater Dehon menggali kekayaan Hati Kudus Yesus ini. Ia mampu menyerap kekayaan iman ini dan menikmati kasih Allah yang melegakan, membahagiakan.

Untuk dapat masuk dalam rimba Hati Kudus Yesus, kita dituntut untuk mempunyai kerendahan hati. Tanpa kerendahan hati kita tidak dapat mampu masuk dalam Hati Yesus dan kita tidak akan mampu menyerap dan mengecap kekayaan rahmatnya. Yesus mengajak kita untuk belajar dari Dia yakni lemah lembut dan rendah hati. Cara inilah yang menghantar kita kepada kebahagiaan dan ketenangan hidup. Tuhan ajari kami untuk semakin lemah lembut dan rendah hati seperti hati-Mu sendiri. Amin.

 

Doa Persiapan Persembahan

Ya Bapa, dengan rendah hati kami persembahkan segala hidup, karya kami bersama roti dan anggur ini. Satukanlah persembahan seluruh umat-Mu ini dengan kurban Yesus di Altar suci. Dengan demikian persembahan kami membuat kami semakin rendah hati, lemah lembut dan membuahkan kebahagian dan keselamatan bagi kami dan semua orang. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

Doa sesudah komuni : ….Mohon kekuatan dalam Ketaatan…..

 

Doa Penutup

Allah Bapa yang penuh kasih, Engkau selalu menghendaki kami berkembang menjadi sempurna. Kami telah merayakan perjamuan Yesus Putera-Mu. Ia mengundang kami untuk belajar dari Hati-Nya yang lemah lembut dan rendah hati. Semoga sakramen yang telah kami sambut dalam komuni suci menguatkan kami untuk menjadi pribadi yang sempurna, lemah lembut dan rendah hati. Dengan demikian kami dapat saling membantu dan memikul beban hidup kami. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.