| Hari Raya Hati Kudus Yesus |
|---|
|
Novena Hati Kudus Yesus hari ke - 9
UNTUK DIA AKU HIDUP UNTUK DIA AKU MATI
Puncak ketaatan kita adalah bersatu dengan Allah. Mati dan hidup kita ikut Tuhan. Ketaatan iman pater Dehon dekembangkan dalam persatuan dengan Yesus. Ia merayakan ekaristi setiap hari, peka terhadap dosa dan menderikan kerajaan Hati Kudus Yesus dalam batin manusia. Pater Dehon memberikan hidup dan matinya untuk Yesus.
Bacaan Pertama : Gal 2 : 15-21 Bacaan Injil : Injil Yoh 17:1-5; 20-26 Doa Pembukaan : Allah Bapa sumber kebijaksanaan, Engkau mewujudkan karya penyelamatan-Mu dalam diri Yesus. Ia telah menyatukan kami dengan pribadi-Nya melalui peristiwa Salib. Bimbinglah kami membuka hati dan telinga kami untuk mendengarkan Sabda-Mu. Dengan demikian kami sungguh menyadari bimbingan Roh Kudus yang ada dalam hati kami. Biarlah hanya Kristus saja yang hidup dalam diri kami. Sebab Dialah Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.
Refleksi Kita tahu setiap kita melakukan sesuatu pasti ada tujuan yang hendak kita capai. Kita bekerja untuk mengembangkan keahlian yang kita miliki, meskipun dibalik itu juga kita hendak mempunyai rejeki untuk mengembangkan hidup, kesehatan dan palayanan kita. Kita belajar supaya pintar dan bisa berhasil. Segala sesuatu yang kita lakukan membawa kita pada suatu tujuan tertentu. Kita menyadari bahwa tujuan yang kita capai ini membuahkan suatu kebahagiaan tersendiri. Kita merasa puas, senang karena yang telah kita lakukan itu memberi hasil yang menggembirakan, membahagiakan. Kita juga bisa merasakan bahwa hasil yang telah kita capai itu bukan semata-mata hasil upaya kita sendiri, melainkan juga berkat peran serta dan bantuan orang lain. Banyak orang telah berperan dan membantu kita. Karena itu kita bisa menyatu dengan mereka yang telah membantu kita dan mengembangkan sikap saling percaya. Kepercayaan kita kepada sesama, membuahkan sikap rela dan mau membantu dan menolong kita. Paulus mengajak kita untuk menyadari hidup dalam rahmat Tuhan Yesus. Kita semua telah dikaruniai rahmat iman. Kita tahu bahwa rahmat Allah selalu menguntungkan manusia. Berkat iman kita kepada Yesus kita dibenarkan oleh Dia. Kita sadar bahwa karena iman ini kita disucikan, dikuduskan dan diampuni semua dosa kita. Paulus membuka pandangan orang Yahudi, bahwa yang menyelamatkan hidup kita itu bukan tradisi masyarakat yang mereka taati dengan baik. Tetapi Yesus Kristus itu yang menyelamatkan kita. Kesadaran bahwa Yesus yang menyelamatkan kita, Yesus yang mengampuni dosa ini yang membuat kita dapat bersatu dengan diri-Nya. Paulus merefleksikan dari pengalamannya sendiri. Ia sungguh dicintai oleh Yesus. Paulus mau membunuh para murid Yesus di Damsyik. Ia dijumpai oleh Yesus, tidak dihukum tetapi sebaliknya justru ia dicintai oleh Yesus. Pengalaman iman ini menusuk hatinya dan membuahkan sikap pertobatan yang serius. Dia akhirnya menjadi pewarta Yesus yang handal. Yesus tidak menghukum Paulus, sebaliknya Yesus mencintainya. Pengalaman ini membuat Paulus berefleksi begitu besar kasih Yesus untuk dirinya. Karena itu Paulus ingin membalas kasih Yesus ini. Paulus mencintai Yesus dan memberikan hidupnya untuk pewartaaan Injil. Dalam karya ini Paulus selalu bersatu dengan Yesus. Persatuan ini berkat pertobatan dan sekaligus persatuannya dengan Yesus sendiri. Maka Paulus mengungkapkan bahwa dia hidup karena iman akan Anak Allah yang telah mengasihinya. Maka dia hidup, tetapi bukan dia sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup dalam dirinya. Yesus tetap ingin memelihara kesatuan diri-Nya dengan umat kesayangan-Nya. Karena itu Yesus minta supaya Bapa tetap menjaga dan memelihara kesatuan ini. Keinginan Yesus supaya kita bersatu dengan Dia seperti Bapa bersatu dengan Yesus. Kesatuan ini telah dikembangkan dan diperjuangkan oleh Yesus. Ia mengajar mereka, sehingga para murid mengenal Allah sebagai Bapa. Ajaran ini telah ditanggapi dan dimengerti oleh orang-orang yang sederhana dan rendah hati. Yesus bangga dan bahagia mereka bisa mengerti dan bersatu dengan diri-Nya. Yesus juga ingin supaya generasi berikut tetap bersatu. Maka Ia memohon Bapa agar melindungi generasi berikut yang percaya karena pewartaan para rasul itu. Supaya mereka menjadi satu dan sempurna. Kesatuan yang dikehendaki oleh Yesus yakni kesatuan seperti Dia dengan Bapa. Yesus menghendaki supaya kita tetap berada di mana Dia berada. Kesatuan yang menyelamatkan dan Yesus ingin agar semua orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan keselamatan ini. Ungkapan Yesus cukup jelas yakni agar mereka melihat dan hidup dalam kemuliaan Bapa. Sungguh suatu kesatuan Yesus dan Bapa yang memberikan keselamatan dan kebahagiaan bagi manusia. Yesus menghendaki agar para murid mempunyai pengalaman personal dalam keselamatan. Supaya mereka melihat dan hidup dalam kemuliaan Bapa itu. Yesus menghendaki agar kasih Allah ada dalam diri kita. Namun lebih dari itu Dia sendiri ingin bersatu dan tinggal dalam hidup kita. Pater Dehon menangkap kasih Yesus ini. Dia terpesona akan kasih Yesus yang dinyatakan melalui peristiwa Lambung yang tertikam itu. Pater Dehon menanggapi tawaran dan undangan Yesus untuk bersatu dengan hati-Nya. Maka Pater Dehon membalas kasih Yesus ini dengan bersatu erat dengan Hati Yesus. Persatuan ini ia hidupi dan hayati sepanjang hidupnya dengan merayakan ekaristi setiap hari, peka terhadap dosa dan membangkitkan, menumbuhkan cinta kasih dalam batin manusia dan masyarakat. Pengamalan iman Paulus menjadi pengalaman iman Pater Dehon. Pater Dehon merasakan bahwa Yesus selalu hidup dalam hatinya. Ia juga memberikan diri untuk menegakkan Kerajaan Hati Kudus Yesus dalam batin manusia dan masyarakat. Melalui karya ini Pater Dehon selalu mewujudkan kesatuan dirinya dengan Hati Kudus Yesus. Dia ingat keinginan Yesus, dimana Yesus berada disitu para murid-Nya bersama dengan-Nya. Pater Dehon mewujudkan kehendak Yesus ini dan selalu membuat dirinya bersatu dengan Yesus. Karena itulah ia ungkapkan pengalaman iman dan kebahagian bersatu dengan hati Kudus Yesus ini. “Pour Lui je vis, pour Lui je meurs : Untuk Dia aku hidup, untuk Dia aku mati”. Marilah kita wujudkan ketaatan kita melalui persatuan hati ketaaatan kita dengan bersatu hati dengan Yesus. Kita hayati ekaristi, kita peka
Doa Persiapan Persembahan Allah sumber kehidupan, kami hantarkan persembahan hidup kami bersama roti anggur ini ke hadirat-Mu. Terimalah persembahan hidup kami umat-Mu ini dan satukan dengan kurban Yesus Putera-Mu, sehingga persembahan diri kami semakin memperteguh persatukan kami dengan Dikau dan membuahkan ketaatan, kesetian, kebahagiaan dan keselamatan bagi kami dan semua orang, demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Doa sesudah komuni…(Mohon kekuatan dalam ketaatan)…….
Doa Penutup Allah Bapa pencipta alam semesta, kami bersyukur karena diperkenankan mempersiapkan Hari Raya Hati Kudus Yesus melalui novena kami. Engkau telah membuka kesadaran kami akan perlunya ketaatan yang menjadi sumber kebahagiaan dan keselamatan kami. Kami telah menyambut Tubuh dan Darah Kristus. Semoga sakramen ini semakin menyadarkan kami akan kehadirman-Mu dalam kehidupan kami. Sehingga kami tahu kepada siapa kami percaya dan kami mampu mengidupi iman ini dalam kehidupan yang konkrit. Kami hidup tetapi bukan kami sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang selalu hidup dalam diri kami. Bantulah kami menghayati semangat Pater Dehon yang dengan penuh iman mengatakan untuk Yesus aku hidup, untuk Yesus aku mati. Demi Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.
Doa Sesudah komini : (Didoakan setiap Ekaristis)
MOHON KEKUATAN DALAM KETAATAN (Dari Satu Hati Dalam Tuhan hal 261)
Ya Allah Bapa, Putera-Mu Yesus Kristus telah menyerahkan diri dalam cinta kasih kepada kehendakMu, seperti yang telah disabdakan-Nya: “Makanan-Ku adalah melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya; Inilah Aku dating untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku. Itulah ungkapan ketaatan-Nya pada-Mu yang diwujukan dalam seluruh perkataan dan perbuatan-Nya.
Ya Allah Bapa Dengan mengucapkan Kaul Ketaatan kepada-Mu Kami ingin seperti Yesus Putera-Mu: Selalu mencari kehendak-Mu: Dalam melayni tugas perutusan Gereja.
Taat kepada pembesar kami: Taat kepada Sri Paus dan Tahta suci; Taat kepada kehendak-Mu sendiri.
Berikanlah kami sikap rela terbuka Untuk dapat berdialog dengan semua anggota, Sikap hormat dan setia terhadap pembesar kami, Sikap tanggungjawab dan bijaksana Untuk kepentingan bersama Sehingga kami dapat menemukan kehendak-Mu Dan benar-benar dapat kami wujudkan Dalam hidup kami. Amin
|



